Gundul Buat Tuhan Selelu Manise



Refleksi
Gundul Buat Tuhan Selalu Manise
Fx. Yulianto
          Kepala gundul adalah sesuatu penampakan yang tidak asing lagi bagi semua orang. Sebab, hampir di semua tempat orang berkepala gundul dapat dengan mudah kita temui. Penampakan ini bukanlah sesuatu yang janggal, khususnya bagi seorang laki-laki yang harus berpenampilan gagah dan rapi. Lagi pula membuat kepala pelontos tampa rambut adalah suatu pekerjaan yang tergolong mudah. Hampir semua orang bisa melakukanya, karena yang susah adalah siapa yang rela “mahkota kebesaranya dibuang”. Bagi aku hal ini bisa menjadi sebuah tantangan, tapi biasa juga menjadi sebuah kegembiraan, ataupun menjadi sebuah masalah bagi orang lain.
            Bagiku pengalaman gundul dan rasa malu ditertawakan orang adalah sesuatu hal yang sudah biasa. Bahkan mungkin semua laki-laki sudah pernah merasakanya. Maka, bagiku tidak terlalu asing lagi untuk mengulangi pengalaman itu. Namun masalahnya  adalah aku sudah terlalu bosan dengan hal yang satu ini. Coba bayangkan saja, aku telah merasakan gundul berkali-kali selama di seminari menengah, dan berharap kenangan itu tidak ingin aku kenang lagi. Namun kenyataanya, aku harus mengalami kembali masalah itu.
“…jikalau engkau mau, ambilah cawan ini dari padaku; tetapi bukanlah kehendak-Ku melainkan kehendah-Mulah yang terjadi ”. ( Luk 22: 42 )
            Kutipan ayat itu aku ambil untuk mengatakan bahwa dalam diriku pun, aku mengalami pergolakan batin antara kutipan motifasi awalku “ ini aku, utuslah aku!” (Yes 6: 8). Semakin aku memikirkannya, aku semakin terbiasa dan menganggap ringan beban itu. sebab dalam benaku aku katakan bahwa “ ini hanya gundul, HANYA GUNDUL, bukan yang lain. Maka dalam waktu yang cepat aku dapat menghayati dan menerima kenyataan yang ada dengan lapang dada. Dalam permenunganku yang kesekian kalinya, aku menemukan empat poin permenungan, diantaranya:


  • ·         Penyerahan total
  • ·         Taat
  • ·         Usaha
  • ·         Nilai positif
    KI-KA:

                    Fr. Evan, Fr. Frans, Fr. Rico, Fr. Togar, Fr. Mich, Fr. Suni, Fr. Sakai, Fr. Rizki, Fr. Thomas


  •  Penyerahan total

Meskipun ada berbagai macam alasan penolakan dalm diriku. Namun tetap saja aku adalah seorang anak yang menyerahkan dirinya untuk diformat. Maka seperti yang aku tahu, bahwa aku harus menjadi lemah agar kuasa Kristus datang padaku. Hal ini pun sama dengan kondisi yang aku rasakan, aku memasrahkan diri aku untuk siap dibentuk mulai dari hal-hal yang paling sederhana. Contoh konkritnya adalah aku merelakan rambutku dipotong habis. Dengan ini aku telah belajar bagaimana rasanya penyerahan diri secara konkrit, bukan hanya sebatas kata.
  • Taat
Sebagai seorang religius oblat, setiap pribadi wajib nengikrarkan ketiga kaul. Salah satu diantaranya adalah kaul ketaatan, hal yang paling mencolok dari penggundulan ini adalah ketaatanku untuk mau digunduli. Sebenaranya jika aku mau memberontak dan tidak mau gundul sama seperti yang lain, mungkin aku bisa, namun yang jelas aku akan banyak mendapatkan permasalahan baru. Lagi pula seperti yang telah aku tuliskan, bahwa ini hanyalah GUNDUL tidak lebih dari itu. Maka apa salahnya menaati dan menghayati Kaul ketaatan dengan cara demikian. Hitung-hitung aku sedang belajar menjadi novis yang oblat.
  • Usaha
Dalam prosesnya itu, aku tidak hanya berdiam diri. mengingat segala reflesi yang telah saya buat. Maka ketika tiba proses penggundulan aku melibatkan diri untuk menggunduli rambut teman-teman yang lain. Ternyata meskipun aku telah diujung tanduk, rahmat tuhan benar-benar nyata datang pada diriku. Contohnya adalah sukacita dan kegembiraan yang aku rasakan ketika prosesi. Maka dari hasil renunganku itu aku telah benar-benar matang dengan mengabdikan diri menjadi “malaikat” pemotong rambut bagi orang lain.
  • Nilai positif
Semenjak aku digunduli, tentu ada banyak perubahan yang aku rasakan khususnya mengenai kondisi dan keadaan kepalaku, diantaranya:
§  Aku selalu merasakan kesejukan meskipun di siang bolong.
§  Aku dapat menghemat sampo.
§  Tidak perlu sisir.
§  Dapat menghemat waktu di depan kaca.
§  Dapat menjadi pembawa sukasita bagi orang lain.

LAGU EKSPRESI REFLEKSI
Int: G D A D

D                               A               D
Gundul buat Tuhan selalu manise
D                             A               D
Meski tanpa upah selalu manise
D                                 A                     D
Walau tanpa rambut aku tetap gagah
D                         A           D
Jadi farter OMI siapa takut
D                           A               D
Jalan serta Yesus siapa takut
Reff:
G            D           A                         D
Gundul, gundul, gundul buat Tuhan Yesus 2x

Komentar